Kamis, 19 November 2015

FINANCIAL PLANNING

PENGERTIAN MANAJEMEN RESIKO

Manajemen risiko adalah bagaimana kita memanage risiko yang mungkin terjadi dan akan menimbulkan dampak buruk atau kerugian pada individu, keluarga, maupun perusahaan. Di dalam memanage risiko ini, kita meminimalis/mengurangi risiko-risiko tersebut. Jadi, bukan berarti risiko itu kita hilangkan begitu saja. Karena tidak semua risiko dapat diramalkan oleh kemampuan manusia. Ada kejadian-kejadian yang tidak bisa diramalkan, bisa saja terjadi dan membawa dampak buruk bagi individu, keluarga, maupun perusahaan. Risiko pada individu dan keluarga, contohnya kematian. Tidak ada yang tahu kapan kematian akan datang. Sedangkan risiko pada perusahaan berupa risiko keuangan.

          Manajemen risiko pada individu dan keluarga dilakukan supaya rasa khawatir dan rasa kehilangan akibat dari kerusakan-kerusakan dapat dikurangi. Dengan jalan menentukan terlebih dahulu, risiko apa yang nanti akan terjadi. Setelah itu, mengatur tindakan apa yang nanti akan dilakukan untuk mengatasi dan menghadapi risiko itu sebelum risiko itu terjadi. Sedangkan manajemen risiko pada perusahaan dilakukan untuk menjaga cash flow, supaya tidak terlalu tinggi risikonya.

  Beberapa risiko yang dapat dikurangi atau dikelola sebagai berikut.

1.     Risiko murni. Contoh: suatu pabrik yang hangus terbakar mengakibatkan perusahaan harus membayar ganti rugi yang besar.
2.     Risiko spekulatif. Situasi yang memberikan peluang keuntungan, juga bisa mengakibatkan kerugian.
3.     Risiko permintaan. Penjualan sangat penting bagi semua perusahaan, jadi risiko permintaan terhadap barang/jasa adalah risiko yang paling signifikan yang dihadapi perusahaan.
4.     Risiko masukan. Berkaitan dengan biaya masukan; tenaga kerja dan bahan.
5.     Risiko keuangan. Contoh: perusahaan A merencanakan untuk menerbitkan obligasi baru, maka perusahaan A akan menghadapi risiko, suku bunga naik sebelum obligasi dipasarkan.
6.     Risiko property. Contoh: kebakaran.
7.     Risiko personel. Contoh: risiko akibat dari penipuan atau kecurangan yang dilakukan karyawan.
8.     Risiko lingkungan. Berkaitan dengan pencemaran lingkungan.
9.     Risiko kewajiban ganti rugi. Contoh: perusahaan harus membayar ganti rugi akibat dari tindakan karyawan yang sembrono di dalam mengendarai kendaraan perusahaan.
10.     Risiko yang dapat diasuransikan. 

          Proses manajemen risiko yang sering digunakan perusahaan untuk mengelola risiko sebagai berikut.

1.     Identifikasi Risiko
Mengidentifikasi risiko apa yang akan dihadapi perusahaan nantinya.
2.     Pengukuran Risiko
Pengukuran risiko dilakukan dengan cara mengukur dampak potensial terhadap risiko. Memilah-milah risiko menurut pada dampak potensialnya dan kemudian fokus terhadap risiko yang menjadi ancaman paling berat bagi perusahaan.
3.     Memutuskan bagaimana setiap risiko yang relevan harus dihadapi
Dalam kebanyakan situasi, exposure terhadap risiko dapat dikurangi melalui salah satu cara di bawah ini.
a.     Mengalihkan risiko ke perusahaan asuransi. Dapat diasuransikan bukan berarti harus dijamin oleh perusahaan asuransi, tetapi dalam banyak kasus, perusahaan lebih baik mengasuransikan sendiri. Mengasuransikan sendiri maksudnya adalah menanggung risiko secara langsung, tida membayar pihak lain untuk menanggung risiko.
b.     Mengalihkan fungsi yang mengakibatkan risiko itu ke pihak ketiga. 
c.      Membeli kontrak derivatif untuk mengurangi risiko. Derivatif komoditi digunakan untuk mengurangi risiko masukan. Misalnya, perusahaan sereal menggunakan future gandum atau jagung untuk membendung kenaikan harga sereal.
d.     Mengurangi probabilitas terjadinya kejadian yang buruk. Misalnya, probabilitas kebakaran dapat dikurangi dengan cara mengganti kabel-kabel tua, menggunakan bahan-bahan antiapi di area yang mempunyai potensi besar terhadap kebakaran, dan menjalankan program pencegahan kebakaran.

e.      Mengurangi besarnya kerugian yang berkaitan dengan kejadian buruk. 
f.Sama sekali menghindari aktivitas yang menimbulkan risiko. Perusahaan dapat mengambil keputusan untuk menghentikan lini produk atau jasa dikarenakan risiko yang terjadi melebihi hasilnya. Contoh: belum lama ini Dow-Corning mengambil keputusan untuk menghentikan pabrikasi pengcakokan silikon ke payudara.


SUMBER
Brigham, Eugene F. dan Joel F. Houtson. Manajemen Keuangan Buku II